Selasa, 18 September 2012

Contoh Nyata Pelayanan Publik Yang Baik


Penilaian masyarakat mengenai suatu produk dan jasa atau pelayanan sangat beragam. Ada yang berpendapat bagus, cukup, lumayan, buruk, bahkan sampai berpendapat sangat jelek dan tidak memuaskan. Itu semua tentu tergantung dari segi mana orang menilai dan pelayanan dalam hal apa yang dimaksud. Berbeda obyek dan tempat pasti berbeda penilaiannya. Bahkan penilaian orang pun dapat berbeda meski masing-masing menilai hal yang sama. Haltersebut juga terjadi dalam penilaian masyarakat atas pelayanan publik yang dilakukan oleh Pemerintah, baik dalam lingkup negara maupun daerah.Pada artikel singkat ini, saya akan menceritakan pengalaman saya dalam hal pelayanan yang dilakukan oleh pemerintah yang sudah baik dan cukup memuaskan menurut saya.

Pajak Kendaraan Bermotor (PKB) merupakan pajak daerah yang setiap tahun wajib dibayar oleh setiap pemilik kendaraan bermotor. Dan oleh karena ayah saya mempunyai kendaraan berupa sepeda motor, maka beliau juga mempunyai kewajiban untuk membayar PKB. Setiap tahun beliau harus membayar ke kantor Samsat Purwodadi Kabupaten Grobogan Jawa Tengah. Seringkali saya diajak dan mengantar beliau ke kantor Samsat tersebut. Meskipun kami bukan warga asli Grobogan atau Purwodadi, ayah saya tidak ragu ataupun malas untuk datang kesana. Disamping memang ada saudara yang tinggal di Grobogan dan dapat kami singgahi, beliau berpendapat bahwa pelayanan di Samsat Purwodadi tersebut baik dan tidak bertele-tele. Karena itulah beliau tidak berat untuk membayar sendiri PKB kesana.

Ketika saya mengantar ayah saya dan membayarkan PKB ke kantor Samsat Purwodadi, pelayanan yang diberikan memang cukup baik. Dimulai dari tata ruang dan alur prosedur pembayaran, di kantor itu sudah ditata sedemikian rupa. Tempat pelayanan dan petugas diurutkan sesuai alur prosedur pembayaran PKB, mulai dari pendaftaran sampai kasir dan loket pengambilan STNK. Para petugas pun bekerja secara cepat dan efektif. Dan hasilnya, para wajib pajak tidak perlu menunggu sampai berjam-jam untuk membayar PKB. Menurut pengalaman dan pengamatan saya, membayar PKB dan memperpanjang masa berlaku STNK di Samsat Purwodadi dapat dilakukan secara cukup cepat, hanya memerlukan waktu 15 sampai 25 menit untuk yang tidak mengganti plat nomor. Itu cukup cepat dibanding dengan Samsat di kota asal saya sendiri. Terlebih, jasa calo di Samsat Purwodadi tidak terlalu marak. Itulah yang membuat saya berpendapat bahwa pelayanan disana sudah baik dan cukup memuaskan.

Saya juga menemukan artikel yang berisi tentang kebaikan Samsat Purwodadi. Inti dari artikel yang saya baca tersebut ialah melalui uji silang atas penerimaan hasil SWDKLLJ dan IWKBU, menurut Kepala Cabang mekanisme penerimaan hasil SWDKLLJ di Samsat Purwodadi sudah sama dengan yang dilakukan di Samsat lain di Jawa Tengah  dan cukup baik, karena setiap harinya hasil yang diterima langsung disetorkan melalui kasir samsat bersama-sama dengan penerimaan PKB dan BBN. KB, dan petugas Jasa Raharja tinggal membuat bukti setoran saja tanpa menerima uang tunai. Begitu juga degan penerimaan hasil IWKBU sekaligus disetorkan bersamaan penerimaan hasil SWDKLLJ.

Dari pengalaman saya tersebut, menurut saya pelayanan yang dilakukan Pemerintah tidak selalu buruk. Namun bukan berarti kinerja aparatur Pemerintah tidak harus ditingkatkan. Masih banyak hal terutama pelayanan-pelayanan tertentu yang sistemnya masih kurang baik dan para birokrat yang kinerjanya masih dinilai buruk oleh masyarakat. Cerita diatas hanya satu dari contoh nyata pelayanan Pemerintah yang sudah baik. Dan semoga pelayanan dan birokrasi di negara ini dapat semakin baik demi kemajuan bangsa dan negara. Terima kasih.

1 komentar:

  1. mas bro infonya dong,,, samsat purwodadi di sebelah mana ya,, n jalan apa..?

    BalasHapus